Rabu, 14 Maret 2018

Outbond Kelas 1 MIN 2 Kota Malang di Taman Rekreasi Sengkaling


Kota Malang (MIN 2) – Rabu(14/3) Siswa siswi kelas 1 MIN 2 Kota Malang tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas seperti biasanya. Dengan didampingi Bapak dan Ibu guru pendamping, mereka melakukan kegiatan Outbond di Taman Rekreasi Sengkaling Kabupaten Malang. Siswa kelas 1 MIN 2 yang berjumlah 183 anak, berangkat bersama sama dari MIN 2 dengan menaiki bis yang sudah disediakan oleh panitia.
Siswa kelas 1 disambut dengan ramah oleh para Trainer Outbond yang sudah menunggu di pintu masuk Taman Rekreasi Sengkaling. Mereka diajak untuk berkumpul di halaman belakang untuk memulai serangkaian kegiatan Outbond. Tidak lupa, sebelum memulai kegiatan outbond tersebut, siswa diminta untuk membaca doa bersama – sama.
Setelah membaca doa, peserta outbond (siswa-siswi kelas 1) dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama diarahkan untuk melakukan flyingfox terlebih dahulu. Kelompok kedua melakukan kegiatan permainan halang rintang, kelompok ketiga melakukan kegiatan tantangan melewati jembatan tali yang memerlukan keseimbangan kemudian mereka diarahkan untuk masuk ke kolam untuk menangkap ikan.
Cuaca yang panas dan baju yang kotor tidak menghalangi semangat dari peserta outbond. Mereka sangat menikmati berbagai macam permainan dan tantangan yang sudah disiapkan oleh trainer. Kegiatan ini dimulai pukul 8.00  dan berakhir pukul 13.00. meskipun singkat, tetapi pengalaman ini sangat berkesan dan tidak akan terlupakan oleh siswa. (BI)

Unjuk Kreasi Siswa ke-2 Tapel 2017/2018 MIN 2 Kota Malang









Kota Malang (MIN 2) - Sabtu (10/3) MIN 2 Kota Malang mengadakan Unjuk Kreasi Siswa ke-2 di tahun pelajaran 2017 / 2018. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh madrasah sebagai bentuk dari pembelajaran Kurikulum 2013.
Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Siswa kelas 3, 4 dan 5. Kelas 3 bertugas untuk membuka stan bazar. stan ini menjual berbagai macam makanan ringan yang dibuat sendiri oleh kelas siswa siswi kelas 3. Terdapat juga beberapa makanan tradisional seperti klepon, onde – onde dan lain – lain. Tentunya dalam pembuatan kue tersebut siswa kelas 3 dibantu oleh orang tua masing – masing.

Siswa kelas 4 bertugas untuk mengisi tampilan di panggung selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa kelas 4 menunjukkan kebolehannya dalam kegiatan seni seperti menyanyi, menari, Fashion show dan drama. Terdapat juga siswa yang melakukan atraksi sulap kartu,
Selanjutnya untuk kegiatan pameran ditugaskan kepada kelas 5. Mereka memajang benda – benda hasil keterampilan yang dibuat oleh mereka sendiri. Diantaranya adalh topeng, boneka, kain batik, lukisan dan lain – lain. Sebagian siswa juga mengadakan pameran tentang IPA. Pameran ini berisi tentang eksperimen yang diambil dari buku tema.
Guru beserta Karyawan MIN 2 juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu dengan memakai pakaian adat dari daerah – daerah di Indonesia. (BI)


Sabtu, 03 Maret 2018

Training ESQ Siswa Siswi Kelas VI MIN 2 Kota Malang



Kota Malang (MIN 2 Kota Malang) – Dalam rangka mempersiapkan siswa siswi kelas 6 MIN 2 Kota Malang dalam menghadapi Ujian Nasional (UN), MIN 2 mengadakan kegiatan Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pada Sabtu (3/3) dan dimulai pukul 8.00 WIB. Sebelum acara dimulai, siswa kelas 6 melaksanakan sholat dhuha dan sholat Hajat terlebih dahulu. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid An-Nahdhah MIN 2 dan dihadiri oleh siswa – siswi MIN 2 kelas 6 beserta wali murid. Turut mengundang juga Trainer ESQ wilayah Kota Malang Ahmad Rifai Hatala.
Supandri selaku Kepala MIN 2 menyampaikan pesan pada siswa siswi MIN 2 dalam sambutannya “Anak – anak kelas 6 jangan sampai main – main dalam menghadapi ujian, teruslah belajar dengan sungguh – sungguh dan giat.” Beliau juga menyampaikan pentingnya mental yang kuat dalam menghadapi ujian ini, dan yang terpenting menyelaraskan kembali hubungan orang tua dan anak. Dengan waktu ujian nasional yang semakin dekat beliau berharap orang tua di rumah lebih memperhatikan lagi putra-putri nya saat belajar dan selalu memantau kegiatannya. “Waktu untuk anak – anak yang paling banyak adalah dirumah.  Jadi lingkungan rumah sangat menentukan dalam proses pembelajaran anak.” tambah beliau.
Dalam training ESQ ini, siswa dilatih untuk menghadapi rintangan dan kesulitan dalam kehidupan sehari hari. Dan selalu pada lingkungan sekitar, seperti membantu memudahkan pekerjaan orang lain. Dan yang terpenting adalah selalu merasa bersyukur dan hormat kepada Orang Tua dan Guru. Dalam sebuah sesi, siswa ditunjukkan video tentang pengorbanan orang tua terhadap anaknya. Peserta training tampak terharu dengan video tersebut, kemudian siswa dihimbau oleh trainer untuk menemui orang tuanya yang hadir dan meminta maaf atas segala perbuatan yang telah menyakiti hati mereka. (BI)