Kota Malang (MIN 2), Senin
(23/10) MIN 2 Kota Malang melaksanakan upacara rutin seperti biasanya.
Tetapi ada yang istimewa dalam upacara kali ini, Bapak dan Ibu Guru
beserta siswa siswi kelas 1 s/d kelas 6 mengenakan pakaian ala santri.
Memakai kopyah hitam, baju gamis dan menggunakan sarung adalah seragam
untuk guru dan siswa laki - laki, dan memakai atasan putih serta rok
hitam untuk guru dan siswa perempuan. Semua ini dilakukan untuk
memperingati Hari Santri 22 Oktober 2017.
Peringatan
Hari Santri ini adalah yang kedua kalinya diperingati di MIN 2. Kepala
Madrasah MIN 2 Supandri yang bertindak sebagai Pembina Upacara
menyampaikan latar belakang penetapan Hari Santri yang diperingati
setiap tanggal 22 Oktober pada peserta upacara. Beliau mengatakan santri
– santri berperan sangat besar dalam mempertahankan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Mereka ikut berperang dan berjihad untuk mewujudkan cita – cita
Kemerdekaan Indonesia. Diperingati setiap Tanggal 22 Oktober karena
pada saat itu KH. Hasyim Asy’ari selaku tokoh ulama mencetuskan
Resolusi Jihad di Surabaya untuk mengatasi kembalinya tentara kolonial
belanda atas nama NICA.
Beliau berpesan pada santri - santri
MIN 2 (siswa siswi MIN 2) untuk menghormati dan menghargai santri –
santri yang telah berjihad membela kemerdekaan Indonesia. Untuk santri –
santri MIN 2 saat ini tidak perlu untuk mengangkat senjata dan ikut
berperang, tetapi Dengan belajar yang tekun dan menjadi siswa yang
berprestasi sehingga membanggakan Orang Tua, Guru dan mengharumkanNegara Indonesia, itulah yang harus dilakukan santri – santri MIN 2. (BI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar